MEMPERGUNAKAN KARUNIA ROHANI

Pena Gembala Petra


MEMPERGUNAKAN KARUNIA ROHANI
(1 Kor. 14:26-40)


Setiap orang Kristen yang hidup dalam Tuhan pastilah mempunyai karunia rohani dari Allah. Karunia yang bersumber dari Allah ini diberikan kepada seseorang bukan tanpa maksud atau hanya merupakan sesuatu yang kosong tanpa ada faedahnya. Tidak! Namun di sepanjang sejarah kekristenan kita bisa menyaksikan bagaimana karunia-karunia rohani digunakan untuk memberkati banyak orang secara khusus dalam lingkup jemaat Tuhan. Karena itu dalam konteks kita saat ini setiap orang yang mempunyai karunia rohani (apa pun itu) hendaknya tidak untuk disimpan tetapi untuk dipergunakan.
Lalu, dalam mempergunakan karunia rohani itu sendiri apakah itu berdasarkan kehendak yang memilikinya semata? Tidak juga! Ketika kita mempergunakan karunia rohani maka adalah bijak kalaulah kita mendasarinya pada firman Tuhan yang berbicara tentang itu dalam 1 Kor. 14:26-40. Dalam firman Tuhan ini kita bisa menemukan dua hal dari nasehat Paulus kepada jemaat di Korintus.
Pertama, karunia rohani harus digunakan dengan maksud untuk membangun (26-28). Paulus mengatakan agar setiap karunia yang ada pada jemaat di Korintus apakah bahasa roh, menafsirkan bahasa roh, pengajaran, pewahyuan dan yang lainnya biarlah semuanya itu digunakan semata-mata untuk membangun jemaat Tuhan. Bukan untuk kepentingan sendiri apalagi untuk disombongkan. Hal itulah yang terjadi diantara jemaat Korintus sehingga Paulus menasehati mereka seperti ini.
Dan yang kedua, karunia rohani harus digunakan dengan tertib (29-33). Paulus juga menasehati jemaat Korintus supaya ketika mereka mempergunakan karunia-karunia rohani yang ada di dalam jemaat biarlah itu digunakan dengan cara yang tertib. Hal ini dikatakannya karena kenyataannya di tengah-tengah jemaat Korintus terjadi kekacauan dan ironisnya kekacauan itu timbul ketika jemaat sedang menggunakan karunia rohani mereka. Paulus mengatakan bahwa Allah tidak menghendaki kekacauan tetapi damai sejahtera.
Belajar dari pengalaman jemaat Korintus ini maka biarlah kita juga jemaat Tuhan di Petra mau menggunakan karunia kita yang dari pada Allah apakah itu memainkan musik, memuji Tuhan, menari bagi Tuhan, berkhotbah, berdoa syafaat atau karunia lainnya. Hanya dalam menggunakan karunia-karunia tersebut biarlah kita memperhatikan nasehat Paulus tadi, yaitu untuk membangun jemaat Tuhan dan dengan cara yang tertib – menurut aturan yang ada. Amin.

Comments :

0 komentar to “MEMPERGUNAKAN KARUNIA ROHANI”


Posting Komentar