HUBUNGAN KEMANUSIAAN DAN KEALLAHAN YESUS

HUBUNGAN
KEMANUSIAAN DAN KEALLAHAN YESUS
(Yohanes 1:14a: Firman telah menjadi manusia )

A. ALLAH MENJADI MANUSIA?
Setiap tahun orang Kristen merayakan natal atau kelahiran-Nya Yesus Kristus tetapi sayang sekali tidak banyak orang yang menyadari kalau dalam peristiwa natal pertama + 2000 tahun yang lalu sesuatu yang ‘besar dan kelihatannya ganjil’ terjadi di kota Betlehem sana.

Kejadian yang besar dan ganjil itu ditulis dalam Injilnya oleh Yohanes demikian: ‘Firman telah menjadi manusia. ’ Barangkali bagi kita kalimat ini biasa-biasa saja karena sudah sering membaca atau mendengarnya. Tetapi ketika ini pertama sekali ditulis dan dibaca oleh para pembaca Injil Yohanes kita bisa membayangkan pastilah mereka kebingungan karena kalimat itu aneh dan sangat tidak masuk akal.

Kata ‘Firman’ adalah istilah yang menunjuk kepada Allah Pencipta, Yang Kudus dan Yang Mahakuasa itu. Jadi secara sederhana kalimat ’Firman telah menjadi manusia’ berarti: Allah telah menjadi manusia. Di sinilah letak titik keanehan kalimat tadi. Anehnya adalah bagaimana mungkin Allah menjadi sama seperti manusia? Bukankah Allah dan manusia itu adalah dua pribadi yang jauh berbeda. Tidak mungkin Allah menjadi manusia karena Allah kudus adanya sementara manusia penuh dengan lumpur dosa yang mengerikan.

Benar, ini memang aneh sekali dan hampir-hampir tidak bisa diterima oleh akal kita. Tetapi ingat bahwa Allah melakukan semuanya itu karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Jadi tujuan Allah melakukan semuanya itu (yang aneh itu) adalah semata-mata karena Ia sangat mencintai kita dan mau menyelamatkan kita dari api neraka.


B. YESUS: ALLAH 100% DAN MANUSIA 100%
Alkitab dengan terus terang menegaskan bahwa pribadi Allah yang menjadi manusia itu adalah Yesus Kristus.
Ketika Allah atau Yesus menjadi manusia sesuatu yang ajaib nyata dalam diri-Nya, yaitu Ia memiliki natur manusia 100% dan sekaligus Ia memiliki natur Allah 100%. (Yang dimaksud dengan natur adalah seluruh sifat yang membentuk seseorang ada sebagaimana dia ada).

Kenyataan seperti ini menimbulkan tanda tanya besar: Bagaimana mungkin dalam satu pribadi terdapat 100% natur Allah dan 100% natur manusia? Bagaimana hubungan keduanya?

Menjawab pertanyaan seperti ini beberapa tokoh gereja berusaha untuk menjelaskan tentang pribadi Yesus. Tetapi sayang sekali penejelasan mereka bukannya semakin menerangkan pribadi Yesus kepada jemaat tetapi justru menyimpang dari ajaran Alkitab. Ajaran-ajaran yang salah itu bisa kita lihat seperti di bawah ini:
1. Yesus adalah manusia sempurna tetapi keallahan-Nya tidak sempurna
2. Yesus adalah Allah sempurna tetapi kemanusiaan-Nya tidak sempurna
3. Kemanusiaan Yesus dan keallahan Yesus terpisah (tidak saling berhubungan)
4. Kemanusiaan dan keallahan Yesus bercampur

Kemudiaan pada suatu waktu atas pimpinan tangan Tuhan pernah diadakan satu rapat umum atau yang dikenal sebagai konsili untuk menjawab kebuntuan tadi. Dan hasilnya adalah:
1. Yesus adalah Allah sempurna
2. Yesus adalah manusia sempurna
3. Kemanusiaan dan keallahan Yesus menyatu tetapi tidak tercampur
4. Kemanusiaan dan keallahan Yesus mandiri tetapi tidak cerai
Apa yang digariskan dalam rapat itu sesuai dengan ajaran Alkitab tentang pribadi yesus Kristus.

Adapun hubungan (kerjasama) kedua natur Yesus ini adalah:
1. Sifat kemanusiaan dan sifat keallahan menjadi milik Yesus secara utuh,
contohnya Yesus adalah Mahakuasa dan juga terbatas.
2. Tugas dan pekerjaan Yesus dilakukan oleh sifat kemanusiaan dan keallahan
secara bersama-sama.
3. Sifat kemanusiaan Yesus beroleh anugerah khusus sehingga itu tidak tercemar
oleh dosa yang menjadi momok bagi manusia.

Comments :

0 komentar to “HUBUNGAN KEMANUSIAAN DAN KEALLAHAN YESUS”


Posting Komentar