ALKITAB SUDAH DIPALSUKAN?


”Alkitabnya orang Kristen sudah tidak asli lagi!” Awalnya, Alkitab memang adalah firman Allah tetapi belakangan dipalsukan oleh para pemimpin Kristen dan Yahudi!"

Kalimat seperti yang tertulis di atas sudah tertanam kuat dalam pikiran banyak orang. Sehingga tidak heran kalau mereka menolak Alkitab yang ada saat ini sebagai firman Allah.

Penolakan Alkitab sebagai firman Allah dan anggapan bahwa Alkitab sudah dipalsukan memang bukan hal yang baru lagi. Ini sudah lama tersebar luas diantara banyak orang.

Kalau semuanya ini benar berarti selama ini kita orang Kristen sudah tertipu karena sekian lama memegang kitab yang palsu. Kita mempercayai sesuatu yang kosong.

Tuduhan ini bisa kita jawab dengan mengajukan kembali pertanyaan, yaitu:
1. Mungkinkah para pemimpin Kristen dan Yahudi yang adalah manusia-manusia lemah itu sanggup untuk merubah-rubah firman, titah, sabda-Nya Allah yang Mahakuasa? Jawabannya, tentu saja tidak mungkin. Itu mustahil. Dan kalau pun ada usaha untuk merubah isi firman Tuhan, pastilah Tuhan tidak akan tinggal diam. Ia akan mempertahankan firman-Nya.
2. Pernahkah para pemimpin Kristen dan Yahudi mengadakan pertemuan untuk mengubah isi Alkitab? Jawabannya adalah tidak pernah karena perlu kita tahu bahwa antara Kristen dan Yahudi ada perbedaan besar dan sulit dipertemukan. Bahkan dulu Yahudi pernah sangat membenci kekristenan. Jadi tidaklah mungkin mereka mau duduk bersama untuk merubah isi Alkitab.
3. Kenapa isi (nubuatan) Alkitab khususnya tentang tanda-tanda akhir zaman benar-benar menjadi kenyataan dan bisa kita saksikan sendiri saat ini? Jawabannya adalah karena Alkitab adalah firman Allah dan tidak pernah dirubah sehingga isinya pun benar-benar bisa dipertanggungjawabkan sampai sekarang.

Dari semua jawaban di atas, kita bisa mengambil suatu kesimpulan bahwa Alkitab adalah firman Allah yang tidak pernah diubah. Karena itu marilah kita menjaga Alkitab kita dengan mau membacanya, merenungkannya, melakukannya dan bahkan membagikan isinya kepada orang lain.

LAGU KEBANGSAAN ISRAEL

Hatikva merupakan lagu kebangsaan Israel. Kata Ibrani ini arti harafiahnya adalah "Harapan". Lirik Hatikvah digubah oleh Naphtali Herz Imber (1856-1909) di Jassy pada tahun 1878. Ia berasal dari Galisia (sekarang berada di Polandia, Rumania dan Ukraina). Pada proklamasi Israel pada tahun 1948, lagu ini dijadikan lagu kebangsaan Israel. כל עוד בלבב פנימה Kol `od balevav P'nimah Jauh di lubuk hati, נפש יהודי הומיה, Nefesh Yehudi homiyah, nafas seorang Yahudi mendesah, ולפאתי מזרח קדימה Ulfa'atey mizrach kadimah dan sampai ke ufuk timur, עין לציון צופיה Ayin l'tzion tzofiyah. mata tetap memandang Zion, עוד לא אבדה תקותנו, Od lo avdah tikvatenu Tetapi harapan kami tidaklah hilang, התקוה בת שנות אלפים, Hatikvah bat shnot alpayim: Harapan selama duaribu tahun, להיות עםחופשיבארצנו Li'hyot am chofshi b'artzenu Menjadi orang merdeka di tanah sendiri, ארץ ציון וירושלים. Eretz Tzion v'Yerushalayim.Tanah Zion dan Yerusalem.

TEKS PROKLAMASI KEMERDEKAAN ISRAEL

Oleh karena itu kami sebagai anggota dewan rakyat, representasi Masyarakat Yahudi dan Gerakan Zionis berada di sini untuk berkumpul pada hari berakhirnya mandat Inggris Raya atas Eretz-Israel. Atas dasar hak alamiah dan hak kesejarahan serta kekuatan resolusi Majelis Umum PBB, dengan ini kami memproklamasikan berdirinya sebuah Negara Yahudi di Tanah Israel yang akan disebut Negara Israel (18 Mei 1948)

Komen di sini


ShoutMix chat widget